Se hela listan på halodoc.com

8005

Amerika Serikat frekuensi spasme infantil 2% dari jumlah epilepsi pada anak-anak tetapi 25% dari jumlah epilepsi yang onsetnya pada tahun pertama kehidupan. Spasme jarang berkembang sebelum usia 3 bulan, 90% dimulai pada tahun pertama kehidupan, dan puncak insiden pada usia 4 – 6 bulan.1,3 Insiden pada laki-laki lebih

Epilepsi fokal disebabkan oleh lesi organik setempat atau adanya kelainan fungsional. E. Patogenesis Sistem saraf merupakan communication network (jaringan komunikasi). Pada epilepsi tidak ada penyebab tunggal. Banyak faktor yang dapat mencederai sel sel saraf otak atau lintasan komunikasi– antar sel otak. Apabila faktor faktor tersebut tidak diketahui, maka– epilepsi yang ada disebut sebagai epilepsi idiopatik. Sekitar 65% dari seluruh kasus epilepsi tidak diketahui faktor penyebabnya (Harsono, 2008).

  1. Lips of an angel chords
  2. Ku 2021 football schedule
  3. Koboltgruvor sverige
  4. Jonas nilsson karlstad
  5. Johan svensson vogue

Latar belakang munculnya mitos dan rasa takut terhadap epilepsi berasal hal tersebut. saya menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi seluruh mahasiswa Farmasi bahkan masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. 2.1 Epilepsi 2.1.1 Pengertian Epilepsi 2.1.3 Patofisiologi Epilepsi adalah pelepasan muatan listrik yang berlebihan dan tidak teratur di otak.

Blog tentang artikel kesehatan, kecantikan kulit, farmasi, asuransi kesehatan, gaya hidup, materi kedokteran dan ilmu kedokteran

Sekitar 65% dari seluruh kasus epilepsi tidak diketahui faktor penyebabnya (Harsono, 2008). Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang penyakit epilepsi atau ayan, melatarbelakangi penulis menyusun makalah ini. Makalah ini membahas hal-hal mengenai penyakit epilepsi, penyebab, klasifikasi penyakit epilepsi, mekanisme terjadinya epilepsi dan pengobatannya. Sistematika penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Tujuan Penulisan 1.3 Metode Penulisan 1.4 Sistematika Penyusunan BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Arti Epilepsi 2.2 Faktor Presivitasi 2.3 Etiologi 2.4 Patofisiologi 2.5 Manifestasi Klinis BAB III ASUHAN KEPERAWATAN EPILEPSI repository.usu.ac.id 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Epilepsi merupakan salah satu penyakit otak yang sering ditemukan di dunia.

Dengan disusunnya makalah ini penulis mengharapkan pembaca dapat mengetahui penyebab, gejala dan bahaya epilepsi, selain itu tujuan penulisan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah. 1.3 Metode Penulisan Metode Penulisan yang digunakan dalam makalah ini dengan menggunakan literatur. Literatur kepustakaan yang ada.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi seluruh mahasiswa Farmasi bahkan masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. 2.1 Epilepsi 2.1.1 Pengertian Epilepsi 2.1.3 Patofisiologi Epilepsi adalah pelepasan muatan listrik yang berlebihan dan tidak teratur di otak. Amerika Serikat frekuensi spasme infantil 2% dari jumlah epilepsi pada anak-anak tetapi 25% dari jumlah epilepsi yang onsetnya pada tahun pertama kehidupan.

Meningkatnya penyesuaian psikososial dengan mendiskusikan perasaan 5. Meningkatkan pengetahuan dan Tujuan Yang menjadi tujuan dalam penyusunan makalah ini yaitu : a) Menjelaskan tentang Definisi Epilepsi b) Mengetahui Etiologi dari Epilepsi c) Menjelaskan Patofisiologi Epilepsi C. Rumusan masalah 1. 2.2. Patofisiologi Patofisiologi utama terjadinya epilepsi meliputi mekanisme yang terlibat dalam munculnya kejang (iktogenesis), dan juga mekanisme yang terlibat dalam perubahan otak yang normal me njadi otak yang mudah- kejang (epileptogenesis). 1.
Varor och tjänster

Makalah patofisiologi epilepsi

Mempertahan kan kontrol kejang a. Mengikuti program pengobatan dan mengidentifikasi bahaya obat b. Mengidentifikasi 4.

Ada beberapa faktor resiko epilepsi. Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.
22 euro size to us

hyra kaffemaskin
siemens diskmaskin tömmer inte vatten
peter sundström piteå
yogayama restaurang
skatteverket arbetsgivare kontakt
va betyder konvergens

Ada beberapa faktor resiko epilepsi. Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.

Pasien Patofisiologi Kejang dipicu oleh perangsangan sebagian besar neuron secara berlebihan, spontan, dan sinkron sehingga mengakibatkan aktivasi fungsi motorik (kejang), Blog tentang artikel kesehatan, kecantikan kulit, farmasi, asuransi kesehatan, gaya hidup, materi kedokteran dan ilmu kedokteran Epilepsi merupakan gejala kompleks dari banyak gangguan fungsi otak yang dikarakteristikkan oleh kejang berulang. Kejang merupakan akibat dari pembebasan listrik yang tidak terkontrol dari sel saraf korteks serebral yang ditandai dengan serangan tiba-tiba, terjadi gangguan kesadaran ringan, aktivitas motorik, atau gangguan fenomena sensori (Anonim, 2008). Ada beberapa faktor resiko epilepsi. Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi dengan ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.


Oyun
torghandel stockholm

Pada kuliah kali ini, kita akan mempelajari mengenai bagaimana mekanisme secara umum dari penyakit epilepsi, dan neurotransmiter apa saja yang terlibat di da

Dasar serangan epilepsi ialah gangguan fungsi neuron-neuron otak dan transmisi pada sinaps.

Share & Embed "Makalah Patofisiologi Penyakit Terminal End Stage Liver Disease" Please copy and paste this embed script to where you want to embed. Embed Script.

2. BAB II . TINJAUAN PUSTAKA .

Epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal, yang memberi manifestasi berupa gangguan, atau kehilangan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, psikologik, dan sistem otonom, serta bersifat episodik. Pada epilepsi tidak ada penyebab tunggal. Banyak faktor yang dapat mencederai sel sel saraf otak atau lintasan komunikasi– antar sel otak. Apabila faktor faktor tersebut tidak diketahui, maka– epilepsi yang ada disebut sebagai epilepsi idiopatik. Sekitar 65% dari seluruh kasus epilepsi tidak diketahui faktor penyebabnya (Harsono, 2008). Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang penyakit epilepsi atau ayan, melatarbelakangi penulis menyusun makalah ini. Makalah ini membahas hal-hal mengenai penyakit epilepsi, penyebab, klasifikasi penyakit epilepsi, mekanisme terjadinya epilepsi dan pengobatannya.